{"id":2597,"date":"2025-09-08T11:48:00","date_gmt":"2025-09-08T11:48:00","guid":{"rendered":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/?p=2597"},"modified":"2025-09-11T06:49:10","modified_gmt":"2025-09-11T06:49:10","slug":"jaksa-agung-muda-tindak-pidana-umum-menyetujui-5-pengajuan-restorative-justice-dalam-tindak-pidana-narkotika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/?p=2597","title":{"rendered":"Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Menyetujui 5 Pengajuan Restorative Justice Dalam Tindak Pidana Narkotika"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG-1757316373-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2598\" srcset=\"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG-1757316373-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG-1757316373-300x169.jpeg 300w, https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG-1757316373-768x432.jpeg 768w, https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG-1757316373.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Jaksa Agung RI melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Prof. Dr. Asep Nana Mulyana telah menyetujui pelaksanaan rehabilitasi terhadap 5 (lima) perkara penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan keadilan restoratif (<em>Restorative Justice<\/em>) berdasarkan hasil ekspose yang dilaksanakan secara virtual pada Senin, 8 September 2025.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun berkas perkara yang diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif, yaitu<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tersangka\u00a0<strong>Ali Machmud als Ali bin Sukardi\u00a0<\/strong>dari Kejaksaaan Negeri Kabupaten Cirebon, yang disangka melanggar Pertama Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Kedua Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka\u00a0<strong>Teten Senjaya als Teten bin Hendra Senjaya (Alm)\u00a0<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, yang disangka melanggar Pertama Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Kedua Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka\u00a0<strong>Dera Wista bin Ismail Rasidin\u00a0<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, yang disangka melanggar Pertama Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Kedua Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka\u00a0<strong>Mahdina alias Dina binti Muhammad Anis\u00a0<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, yang disangka melanggar\u00a0<em>Primair<\/em>\u00a0Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau\u00a0<em>Subsidair<\/em>\u00a0Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka I\u00a0<strong>Muhammad Falesta alias Intun<\/strong>, Tersangka II\u00a0<strong>Wiko Setiawan alias Kolor\u00a0<\/strong>dan Tersangka III\u00a0<strong>Muhammad Nofriyandi Yusrah alias Aceng\u00a0<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Sawahlunto, yang disangka melanggar\u00a0<em>Primair<\/em>\u00a0Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau\u00a0<em>Subsidair<\/em>\u00a0Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.\u00a0<strong>\u00a0<\/strong>\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Alasan disetujuinya permohonan rehabilitasi terhadap para Tersangka yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik, para Tersangka positif menggunakan narkotika;<\/li>\n\n\n\n<li>Berdasarkan hasil penyidikan dengan menggunakan metode\u00a0<em>know your suspect<\/em>, para Tersangka tidak terlibat jaringan peredaran gelap narkotika dan merupakan pengguna terakhir (<em>end user)<\/em>;<\/li>\n\n\n\n<li>Para Tersangka tidak pernah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO);<\/li>\n\n\n\n<li>Berdasarkan hasil asesmen terpadu, para Tersangka dikualifikasikan sebagai pecandu narkotika, korban penyalahgunaan narkotika, atau penyalah guna narkotika;<\/li>\n\n\n\n<li>Para Tersangka belum pernah menjalani rehabilitasi atau telah menjalani rehabilitasi tidak lebih dari dua kali, yang didukung dengan surat keterangan yang dikeluarkan oleh pejabat atau lembaga yang berwenang;<\/li>\n\n\n\n<li>Para Tersangka tidak berperan sebagai produsen, bandar, pengedar, dan kurir terkait jaringan narkotika.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>\u201cPara Kepala Kejaksaan Negeri dimohon untuk menerbitkan Surat Ketetapan Penyelesaian Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif berdasarkan&nbsp;<strong>Pedoman Jaksa Agung Nomor 18 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Penanganan Perkara Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Melalui Rehabilitasi dengan Pendekatan Keadilan Restoratif Sebagai Pelaksanaan Asas Dominus Litis Jaksa<\/strong>,\u201d pungkas JAM-Pidum.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jaksa Agung RI melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Prof. Dr. Asep Nana Mulyana telah menyetujui pelaksanaan rehabilitasi terhadap 5 (lima) perkara penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan keadilan restoratif (Restorative Justice) berdasarkan hasil ekspose yang dilaksanakan secara virtual pada Senin, 8 September 2025. Adapun berkas perkara yang diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif, yaitu Alasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2598,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2597","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"blocksy_meta":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2597","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2597"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2597\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2600,"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2597\/revisions\/2600"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2597"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2597"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2597"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}