{"id":2511,"date":"2025-02-26T08:10:00","date_gmt":"2025-02-26T08:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/?p=2511"},"modified":"2025-02-27T05:41:58","modified_gmt":"2025-02-27T05:41:58","slug":"2-tersangka-baru-ditahan-terkait-perkara-tata-kelola-minyak-mentah-di-pt-pertamina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/?p=2511","title":{"rendered":"2 Tersangka Baru Ditahan Terkait Perkara Tata Kelola Minyak Mentah di PT PERTAMINA"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG-1740624276-1024x682.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2512\" srcset=\"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG-1740624276-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG-1740624276-300x200.jpeg 300w, https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG-1740624276-768x512.jpeg 768w, https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG-1740624276-1536x1024.jpeg 1536w, https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG-1740624276-2048x1365.jpeg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Tim Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) menetapkan&nbsp;<strong>2 Orang Tersangka&nbsp;<\/strong>perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam Tata Kelola Minyak Mentah dan Produk Kilang PT Pertamina (Persero), Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018 s.d. 2023. Penetapan dan penahanan para tersangka tersebut dilakukan pada hari&nbsp;Rabu(26\/02\/2025) di Kejaksaan Agung.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan perkembangan penyidikan perkara tersebut, Tim Penyidik menyimpulkan dalam ekspose perkara bahwa telah terdapat alat bukti cukup untuk menetapkan 2 orang Tersangka baru yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tersangka MK\u00a0<\/strong>selaku Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, ditetapkan berdasarkan:<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-19\/F.2\/Fd.2\/02\/2025 tanggal 26 Februari 2025.<\/li>\n\n\n\n<li>Surat Perintah Penyidikan Nomor: PRIN-19\/F.2\/Fd.2\/02\/2025 tanggal 26 Februari 2025.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tersangka EC\u00a0<\/strong>selaku VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga, ditetapkan berdasarkan:<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-20\/F.2\/Fd.2\/02\/2025 tanggal 26 Februari 2025.<\/li>\n\n\n\n<li>Surat Perintah Penyidikan Nomor: PRIN-20\/F.2\/Fd.2\/02\/2025 tanggal 26 Februari 2025.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan sehat, Tim Penyidik melakukan penahanan terhadap para Tersangka selama 20 (dua puluh) hari ke depan berdasarkan:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Surat Perintah Penahanan Nomor: PRIN-19\/F.2\/Fd.2\/02\/2025 tanggal 26 Februari 2025 a.n\u00a0<strong>Tersangka MK\u00a0<\/strong>di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung.<\/li>\n\n\n\n<li>Surat Perintah Penahanan Nomor: PRIN-20\/F.2\/Fd.2\/02\/2025 tanggal 26 Februari 2025 a.n\u00a0<strong>Tersangka EC\u00a0<\/strong>di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Adapun kasus posisi dalam perkara ini yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tersangka MK\u00a0<\/strong>dan\u00a0<strong>Tersangka EC\u00a0<\/strong>atas persetujuan\u00a0<strong>Tersangka RS\u00a0<\/strong>melakukan pembelian RON 90 atau lebih rendah dengan harga RON 92 sehingga menyebabkan pembayaran impor produk kilang dengan harga tinggi tidak sesuai dengan kualitas barang;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tersangka MK\u00a0<\/strong>memerintahkan dan\/atau memberikan persetujuan kepada\u00a0<strong>Tersangka EC\u00a0<\/strong>untuk melakukan\u00a0<em>blending\u00a0<\/em>produk kilang jenis RON 88 (premium) dengan RON 92 (pertamax) di terminal (<em>storage<\/em>) PT Orbit Terminal Merak milik\u00a0<strong>Tersangka MKAR\u00a0<\/strong>dan\u00a0<strong>Tersangka GRJ\u00a0<\/strong>atau yang dijual dengan harga RON 92.\u00a0Hal ini tidak sesuai dengan proses pengadaan produk kilang dan\u00a0<em>core business\u00a0<\/em>PT Pertamina Patra Niaga;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tersangka MK\u00a0<\/strong>dan\u00a0<strong>Tersangka EC\u00a0<\/strong>melakukan pembayaran impor produk kilang yang seharusnya dapat menggunakan metode\u00a0<em>term\/<\/em>pemilihan langsung (waktu berjangka) sehingga diperoleh harga wajar tetapi dalam pelaksanaannya menggunakan metode spot\/penunjukan langsung (harga yang berlaku saat itu) sehingga PT Pertamina Patra Niaga membayar impor produk kilang dengan harga yang tinggi kepada mitra usaha\/DMUT;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tersangka MK\u00a0<\/strong>dan\u00a0<strong>Tersangka EC\u00a0<\/strong>mengetahui dan menyetujui adanya\u00a0<em>mark up<\/em>\u00a0kontrak\u00a0<em>shipping<\/em>\u00a0(pengiriman) yang dilakukan oleh\u00a0<strong>Tersangka YF\u00a0<\/strong>selaku Direktur Utama PT Pertamina Internasional Shipping sehingga PT Pertamina Patra Niaga mengeluarkan\u00a0<em>fee\u00a0<\/em>sebesar 13% s.d. 15% secara melawan hukum dan\u00a0<em>fee\u00a0<\/em>tersebut diberikan kepada\u00a0<strong>Tersangka MKAR\u00a0<\/strong>selaku Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa dan\u00a0<strong>Tersangka DW\u00a0<\/strong>selaku Komisaris PT Navigator Khatulistiwa;<\/li>\n\n\n\n<li>Akibat adanya beberapa perbuatan melawan hukum tersebut, telah mengakibatkan adanya kerugian negara sekitar\u00a0<strong>Rp193,7 triliun<\/strong>, yang bersumber dari komponen sebagai berikut:<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Kerugian Ekspor Minyak Mentah Dalam Negeri sekitar\u00a0<strong>Rp35 triliun.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Kerugian Impor Minyak Mentah melalui DMUT\/Broker sekitar\u00a0<strong>Rp2,7 triliun<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Kerugian Impor BBM melalui DMUT\/Broker sekitar\u00a0<strong>Rp9 triliun<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Kerugian Pemberian Kompensasi (2023) sekitar\u00a0<strong>Rp126 triliun<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Kerugian Pemberian Subsidi (2023) sekitar\u00a0<strong>Rp21 triliun<\/strong>.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Perbuatan Para Tersangka bertentangan dengan ketentuan:<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-15\/MBU\/2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri PER-05\/MBU\/2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara;<\/li>\n\n\n\n<li>TKO Nomor: B03-006\/PNC400000\/2022-S9 tanggal TMT 05 Agustus 2022 perihal Perencanaan Material Balanca dan Penjadwalan Impor Produk BBM.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Para Tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3&nbsp;<em>jo.<\/em>&nbsp;Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi&nbsp;<em>jo.<\/em>&nbsp;Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tim Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) menetapkan&nbsp;2 Orang Tersangka&nbsp;perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam Tata Kelola Minyak Mentah dan Produk Kilang PT Pertamina (Persero), Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018 s.d. 2023. Penetapan dan penahanan para tersangka tersebut dilakukan pada hari&nbsp;Rabu(26\/02\/2025) di Kejaksaan Agung. Berdasarkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2512,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2511","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"blocksy_meta":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2511","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2511"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2511\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2513,"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2511\/revisions\/2513"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2512"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2511"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2511"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-polewalimandar.kejaksaan.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2511"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}